SIM mahal, DPRD panggil Kapoldasu

MEDAN – Mahalnya biaya pengurusan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Satlantas (Satuan Lalu Lintas) Polresta Medan yang mencapai jutaan rupiah sampai juga ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Sumatera Utara.

DPRD Sumut sangat menyesalkan tingginya biaya pengurusan SIM di Medan. Besarnya biaya pengeluaran ini menurut dewan jelas memberatkan masyarakat. “Kita mendengarkan laporan bahwa ngurus SIM mahal di luar ketentuan yang ada,” kata anggota DPRD Sumut, Syamsul Hilal kepada Waspada Online tadi malam.

Menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, pihaknya berjanji akan mempertanyakan pembuatan harga SIM tersebut kepada Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro dalam dengar pendapat dengan Komisi A di Gedung Dewan, hari ini. “Kalau tidak ada perubahan jadwal, akan saya pertanyakan dengan Kapolda dalam dengar pendapat, Senin ini,” tandasnya tadi malam.

Sejak diberlakukan awal Mei 2011, sistem baru pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polresta Medan yang melibatkan Medan Safety Driving Centre (MSDC) menuai protes. Selain dinilai lebih rumit, biayanya juga meningkat hingga Rp900.000. Pengelola SIM yang berlokasi di Jalan Bilal, Medan disebut-sebut warga keturunan Tionghoa, Jimmy.

Untuk harga pembuatan SIM A mencapai Rp640.000 dan Rp520.000 untuk SIM C. Padahal, biaya resminya hanya Rp120.000 untuk SIM A, dan Rp100 ribu untuk SIM C. Sementara, khusus untuk menaikkan golongan SIM dari A ke A Umum atau B1 ke B II Umum dengan biaya Rp715 ribu.

Untuk periksa kesehatan, pemohon wajib mengikuti ujian psikologi dan membayar Rp25.000.Setelah lulus dan memperoleh sertifikat,pemohon SIM mendatangi kantor Satlantas Polresta Medan di Jalan Adinegoro untuk mengikuti ujian teori. Padahal, saat diresmikannya MSDC beberapa waktu lalu oleh Kepala Kordinasi Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Joko Susilo menegaskan, bahwa didirikannya MSDC tersebut untuk memberikan pelatihan kepada pengemudi, tentang bagaimana cara yang baik dan benar mengemudi kenderaan. Ini dilakukan, untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas di jalanan.

Sementara itu informasi yang dihimpun menyebutkan, akibat besarnya biaya pengurusan SIM, banyak warga yang membatalkan niat mereka mendapatkan izin berkendaraan itu.

Seperti yang dialami R Manalu, warga Padang Bulan yang hendak mengurus SIM C di Satlantas Polresta Medan itu memilih untuk menunda pembuatan SIM C-nya. Dia terpaksa pulang lagi ke rumah untuk mencari uang tambahan. “Pulang sajalah Bang, nanti saja ngurusnya kalau ada uang, mahal kali soalnya buat SIM saat ini,” ungkap Manalu di Satlantas Polresta Medan.

Tidak hanya warga, para calo, yang biasanya mencari keuntungan dari jasa pengurusan SIM juga mengeluhkan sistem baru tersebut. Karena, kian hari semakin sedikit yang menggunakan jasa mereka. Kalau pun ada, banyak yang keberatan atas tingginya biaya yang mereka kenakan.

“Memang sulit bos sekarang mengurus SIM, kalau mau urus sendiri silakan saja, tapi kalau ingin dibantu, masih bisa kita usahakan cuman bayarannya harus tinggilah,” tuturnya seorang calo yang biasa beroperasi di Satlantas Polresta Medan.

MONDAY, 23 MAY 2011

Editor: HARLES SILITONGA

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=195252:sim-mahal-dprd-panggil-kapoldasu&catid=14:medan&Itemid=27

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s