Datangi DPRD Rohul, Pedagang Pasar Tugu Tolak Pemindahan

Para pedagang Pasar Tugu Pasirpangaraian minta bantuan DPRD Rohul. Mereka menolak sikap Pemkab yang terus memaksa mereka pindah ke Pasar Modern.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN– Sekitar 200 pedagang Pasar Swadaya Tugu, tergabung dalam Aliansi Pedagang Simpang Tugu, Jumat (20/5/11) sekitar pukul 11.00Wib, datangi Gedung DPRD Rokan Hulu, untuk sampaikan aspirasinya, terkait dugaan intimidasi Pemkab kepada pedagang agar pindah ke Pasar Modern Pasirpangaraian.

Kedatangan ratusan pedagang ini adalah penuhi undangan DPRD Rokan Hulu untuk sampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat. Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II, Wahyuni, DPRD kembali minta Pemkab tidak intimidasi pedagang Pasar Swadaya Tugu Pasirpangaraian, dan paksa pindah ke Pasar Modern Kampung Padang, hingga tercapainya keputusan bersama.

“Kami tegaskan, Pemkab melalui Satpol PP tidak intimidasi pedagang, baik lisan atau tulisan, hingga keputusan tercapai, antara DPRD, Pemkab, dan pedagang Pasar Swadaya Tugu,” tegas Wahyuni, sebagai bukti DPRD akan selesaikan konflik ini.

Diakui Wahyuni, seharusnya masalah ini diselesaikan Komisi I dan Komisi II. Tapi anggota Komisi I sedang berhalangan hadir, sedang merayakan ulang tahun seorang anggota DPRD di Kepenuhan.

Ia juga menyayangkan, Pemkab tidak mengirimkan satu pun asisten sebagai perwakilan, namun hanya beberapa pegawai yang tidak bisa memutuskan suatu masalah. Kata dia, dalam masalah ini ada dua kepentingan.

“Pemerintah melalui Bupati minta pedagang untuk pindah ke Pasar Modern, dengan mengeluarkan tiga kali Surat Peringatan Tertulis (SPT). Di lain pihak, pedagang Pasar Swadaya Tugu, enggan pindah dan tetap bertahan di lokasinya,” kata Wahyuni, menjawab Riauterkini, Jumat.

Lanjut dia, Senin depan, dijadwalkan DPRD dan sejumlah perwakilan pedagang diundang Pemkab untuk lakukan mediasi, namun tempat belum ditentukan, sebab DPRD hanya sebagai undangan, dan ikuti undangan tersebut.

Tutur seorang Anggota DPRD dalam forum, Rosmeri, pemicu masalah sebenarnya adalah setelah dibangunnya Pasar Modern Kampung Padang. Tapi ketika dimintai tanggapannya, ia mengaku hanya sebagai anggota dan tidak mempunyai kewenangan statmen, sebab DPRD memiliki aturan sendiri.

Diakui sejumlah pedagang Pasar Tugu, mereka sudah berdagang di pasar ini sejak berdirinya tahun 2003 lampau. Kata mereka, dalam masalah ini Pemkab sudah lakukan diskriminasi kepada pedagang, baik dengan tiga kali Surat Peringatan Tertulis (SPT), Pemkab juga intimidasi pedagang menggunakan mikropon, sehingga mengganggu psikologis pedagang.

“Pada masa kampanye kemarin, Bupati Achmad berjanji tetap memperboleh pedagang berdagang disana, saya dengar sendiri janji itu. Tapi nyatanya, itu hanya kampanye sesaat,” kesal Nurmadewi, pedagang Pasar Swadaya Tugu.

Joni Nasution, pengelola Pasar Swadaya Tugu, mengaku masalah ini muncul karena ada kepentingan seorang oknum yang mengatasnamakan Pemkab Rokan Hulu, sehingga terkesan otoriter. Sebab, terlalu semangat minta pedagang pindah ke Pasar Modern.

“Tolong kepada Pemkab, untuk hentikan bentuk intimidasi-intimidasi dan sebabkan psikologis pegagang seperti orang ketakutan seperti itu lagi. Sebab kami disana berjualan, bukan buka praktek prostitusi,” kesal Joni, Jumat.***(zal)

Jum’at, 20 Mei 2011

Sumber: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=36925

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s