Ketua MUI Islahkan Sigit-Deni Romdoni

Sidang Tak Berlanjut, SP untuk Deni Gugur
TASIK – Perseteruan antara pengusaha TV swasta, Wahyu Sigit Nandika dengan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Deni Romdoni berakhir. Keduanya sepakat islah, kemarin.
Kesepakatan islah difasilitasi Ketua MUI Kota Tasikmalaya H Achef Nur Mubarok di rumah Wahyu Sigit, Jalan Rumah Sakit Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Disaksikan Ketua DPC PAN Budi Ahdiat serta Pimpinan Pesantren Silalatul Huda Ustadz Aminuddin.
Deni Ramdani mengaku senang islah dengan Sigit. Bahkan dia menyatakan damai sudah diharapkan sejak lama. ”Dia (Sigit) itu sudah seperti kakak, senior saya dalam partai, juga public figure. Islah ini sebenarnya sangat diharapkan saya sejak lama,” kata Deni.
Sigit pun menyatakan hal serupa. Dia juga sebenarnya ingin berdamai dengan Deni. Namun pertemuan untuk damai sulit dilakukan.
“Karena kami sama-sama sibuk. Tapi alhamdulilah kita bisa bertemu dan islah di sini (rumah Sigit, red). Apalagi disaksikan ketua MUI dan ketua PAN, serta ulama,” ucap Sigit.
Soal utang piutang yang menjadi pemicu perseteruan, Sigit menyatakan untuk sementara dikesampingkan. Karena, menurutnya, ada yang lebih penting dari pertemuan itu. “Masalah utang kita kesampingkan dulu. Bisa dibicarakan nanti. Tapi esensi atau inti pertemuan ini adalah kita kembali bersatu dan islah,” tandasnya.
Katua MUI Kota Tasikmalaya KH Achef Nur Mubarok menjelaskan dirinya memfasilitasi islah antara Sigit-Deni sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama muslim. “Awalnya skenario Allah (keributan antara Sigit dan Deni, red). Namun sesuai dengan perintah Allah bahwa sebagai seorang muslim berkewajiban untuk mengislahkan,” jelasnya. Perintah itu, kata Achef, satu di antara tiga hal yang wajib dilakukan antar sesama muslim, yakni bersodakoh dan mengajak berbuat kebaikan.
Apalagi, terang dia, kedua belah pihak merupakan sesama muslim yang memiliki ikatan batin yang sama. “Sebelumnya mereka selalu bersama, selalu berdampingan dan saling mengingatkan, sehingga kita sebagai muslim berkewajiban untuk mempersatukan kembali,” terangnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPC PAN Budi Ahdiat menyatakan lega Sigit-Deni islah. Kedua orang itu termasuk kader PAN terbaik. “Saya senang dan memberikan apresiasi kepada mereka,” katanya.
Dengan keputusan islah itu, lanjut Budi, maka surat peringatan pertama (SP I) yang pernah diberikan kepada Deni dari DPC PAN secara otomatis gugur. “SP itu gugur sendirinya, karena permasalahan kedua pihak telah selesai,” tandas Budi.
Perseteruan dua kader PAN itu bermula dari aksi pelemparan mobil Corolla Altis B 8556 TX milik Deni oleh Sigit di samping gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya beberapa bulan lalu. Akibatnya kaca depan mobil pecah. Aksi pelemparan dipicu oleh kekecewaan Sigit yang menganggap Deni belum melunasi utang biaya politik.
Aksi pelemparan itu berujung di kepolisian. Deni melaporkan Sigit ke Polresta Tasikmalaya. Proses hukum pun berlanjut hingga ke Kejaksaan Negeri Tasikmalaya. Namun menjelang persidangan, kedua politikus PAN itu akhirnya damai alias islah. (dem)
Sumber : http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3511:ketua-mui-islahkan-sigit-deni-romdoni&catid=32:languages&Itemid=47

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s