DPRD Riau Temukan 900 Pekerja Asing Berpaspor Turis

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mempertanyakan izin kelengkapan 900 pekerja warga negara asing (WNA) yang terdaftar di daerah itu. Hasil investigasi menemukan, ratusan pekerja asing yang tercatat bekerja di 72 perusahaan di Riau sebagian besar ternyata hanya mengantongi izin visa kunjungan.

“Dari hasil investigasi kami di kantor imigrasi, ditemukan sebanyak 900 warga asing yang bekerja di 72 perusahaan di Riau. Ternyata sebagian besar dari mereka hanya mengantongi izin paspor turis,” kata Ketua Komisi A DPRD Riau Bagus Santoso kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Rabu (26/5).

Bagus menjelaskan, para pekerja asing dari berbagai kebangsaan di dunia itu diketahui berasal dari sejumlah negara, seperti Malaysia, India, Korea, China, Eropa, dan Amerika. Rata-rata para warga negara asing itu bekerja sebagai profesional atau menjadi tenaga teknis di sejumlah perusahaan raksasa International di Riau. Seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), dan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Padahal, tambahnya, para pekerja asing yang terdata di kantor imigrasi itu seharusnya mesti memiliki izin resmi yakni paspor dan visa untuk bekerja sementara di Indonesia. “Data 900 itu baru hasil laporan sementara dari imigrasi. Pihak imigrasi sudah berjanji akan melengkapi data sesungguhnya dari para pekerja asing yang diperkirakan ada di Riau,” ujar Bagus.

Pantauan terhadap aktivitas warga asing perlu dilakukan menyusul tragedi amuk massa para pekerja PT Drydock World di Batam beberapa waktu lalu. Selain itu, pengawasan para ekspatriat juga untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan terutama menyangkut terorisme, narkotika, dan perdagangan manusia (trafficking).

Karena itu, setiap pendataan terhadap warga negara asing wajib terus dilakukan dan diawasi. “Sebagai wakil rakyat, DPRD berhak mendapatkan penjelasan dari imigrasi terkait aktivitas warga asing di Provinsi Riau,” ujarnya.

Pengawasan terhadap orang asing, lanjut Bagus, juga tekait atas tingginya tingkat kunjungan warga asing ke Riau. Di antaranya tampak dari kedatangan sejumlah petinggi negara maju yakni Menteri Perubahan Iklim Inggris Joan Ruddock dan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Maria Otero yang berkunjung ke Semenanjung Kampar, Pelalawan, Riau, sepekan yang lalu. “Letak Riau yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga juga menjadikan daerah ini kerap sebagai lokasi pelarian dari negara konflik seperti Afghanistan dan Iran. Belum lagi aktivitas yang tak terpantau dari banyaknya NGO international yang beraktivitas di Riau,” ungkapnya. (MI/ICH)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/05/26/18779/DPRD-Riau-Temukan-900-Pekerja-Asing

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s