Gubernur Dipilih DPRD Masih Wacana

 

Jakarta ( Berita ) : Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pemilihan gubernur melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masih sekadar wacana dan belum ada keputusan soal itu.

Menurut Gamawan Fauzi, di Jakarta, Jumat [13/11], pihaknya menerima banyak masukan dari para pakar tentang perbaikan pelaksanaan pemilu kepala daerah.

Mendagri menjelaskan, saat ini Depdagri sedang melakukan pengkajian secara intensif dengan melibatkan pakar pemerintahan, hukum tata negara, praktisi dan berbagai kalangan untuk mendapatkan format pemilihan gubernur yang optimal, apakah tetap melalui pemilihan langsung oleh rakyat atau DPRD.  ”Ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat institusi, kemarin dengan para pakar,” kata Mendagri saat ditemui di Gedung Departemen Dalam Negeri.

Lebih lanjut ia mengatakan, Undang-Undang Dasar 1945 juga tidak mengamanatkan pemilihan gubernur secara langsung, hanya disebutkan pemilihan harus dilaksanakan secara demokratis.

Wacana pemilihan gubernur melalui DPRD ini sebelumnya mengemuka dalam rapat kerja Komisi II dengan Mendagri pada Selasa (11/11). Dalam rapat kerja tersebut, Gamawan mengatakan evaluasi format pemilihan gubernur  tidak lepas dari tujuan mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih.

Saat rapat kerja itu, Gamawan mengatakan ada calon gubernur yang mengeluarkan sekitar Rp50 miliar untuk kampanye, sementara gaji yang diterima setiap bulan hanya sekitar Rp8,7 juta.

Jika gubernur dipilih oleh DPRD maka biaya kampanye sekitar Rp50 miliar tersebut dapat dihilangkan.

Evaluasi tentang pemilihan gubernur ini menjadi bahan untuk merevisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah yang rencanya akan dipecah menjadi tiga, yaitu UU tentang pemilu kepala daerah, pemerintah daerah, dan UU tentang desa.

Sementara itu, ditemui terpisah, anggota KPU Abdul Hafiz Anshary ketika ditanya mengenai pemilihan gubernur ini mengatakan wacana pemilihan melalui DPRD  muncul didasarkan pertimbangan efisiensi biaya.

“Itu atas pertimbangan efisiensi, lalu posisi gubernur ini lebih banyak administratif, perpanjangan tangan dari pemerintah pusat,” katanya.

Selain itu, lanjut Hafiz, implikasi dari penyelenggaraan pemilu langsung bagi masyarakat tidak selalu baik. Masyarakat cenderung menjadi terkelompok dan dampaknya terus terasa sampai lima tahun.  ( ant )

Sab, Nov 14, 2009

 

Sumber http://beritasore.com/2009/11/14/gubernur-dipilih-dprd-masih-wacana/

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s